Hanya Kosong 27 Desember 2008
Posted by coolenha in Tulisan koe.trackback
Pernah ada yang ngerasa diri kosong? jadi pecundang, Tidak berbuat apa-apa dan hanya diam…? Kosong dan Hampa plus hambar. merasa diri paling konyol, mungkin itu yang paling menyakitkan dari sekedar sakit hati, putus cinta dan..apalah..!
Waktu, kesibukan.. itusudah cukup menguras hidup kita untuk menjadi sesuatu yang kosong. itu memang tidak bisa dipungkiri. Kekosongan terbesar paling banyak terjadi ketika seseorang itu BAHAGIA. Happy, tertawa tidak memikirkan apapun…hm kosong! Orang bilang, kesedihan yang paling menyakitkan adalah kebahagiaan yang tidak bisa dibagi dengan seseorang.
Merasa diri paling rendah ketika bertemu dengan orang-orang yang entah mungkin sedang berjalan di pinggir jalan membawa koper penuh berkas-berkas yang kata mereka, “berkas penting”, merasa diri paling tidak berguna ketika berbicara dengan sarjana S3, Profesor, Doktor, Insinyur bla bla..bla..bla.. lalu bertanya: “Mengapa aku tidak bisa menjadi seperti mereka?” padahal kenyataannya kita memang berbeda dan tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi orang lain. “Kosong” memang menyakitkan! Berjalan seperti tanpa arah dengan segudang ide yang tak pernah jadi kenyataan, hanya menyongsongkan pikirannya dan supaya orang berfikir bahwa dia berbeda dari mereka yang menurutnya orang biasa, karena hanya melakukan pekerjaan yang biasa. Dia tidak mau melakukan pekerjaan biasa, dan ahirnya tidak pernah melakukan apapun!. “Kosong” memang membingunkan, supaya dipandang berbeda, ingin melakukan sesuatu yang berbeda, yang lebih besarrrrrrrrr..sesuatu yang “WAH”, yang belum diciptakan dan dirasakan orang lain, sesuatu yang bisa membuat orang tertarik dan takjub, lalu dia menghabiskan waktunya untuk berfikir, berfikir dan berfikir…ya..cuma berfikir dan menghabiskan waktu bekerjanya hanya dengan berfikir, ahirnya dia tidak pernah melakukan pergerakan. “Kosong” memang menyebalkan! Berapa banyak orang stress hanya karena “kosong”, kosong jiwa!
yah…siapapun juga pasti akan menginginkan dipandang sebagai manusia, sebagai “ciptaan Tuhan yang paling mulia”, dari kecil memang kita sudah mendapatkan kehormatan ini, itu fitrah. Hidup normal, pakaian yang layak, indah sekali…hidup itu yang biasa-biasa sajalah. Daripada hidup dengan Ideologi yang Wah dan hebat, ingin tampil beda dan melakukan apapun demi membuat dirinya berbeda. Tidak melakukan apa yang orang lakukan, karena menurutnya kalau dia melakukan pekerjaan yang sama dan sudah biasa, dia tidak akan menjadi orang yang beda. Tidak ingin menjadi orang yang biasa, ingin menjadi orang yang luar biasa, jadi dia putuskan hanya melakukan pekerjaan yang luar biasa menurut dirinya dan orang lain, dan hasilnya dia tidak melakukan apa-apa. Menjadi pecundang.
Komentar»
No comments yet — be the first.