Liat dari segi positif aja lagee!! 24 Juni 2008
Posted by coolenha in Tulisan koe.Tags: cara fikir, pandang dari segi positif, sabar, sebel, taktik menghadapi orang, Tuhan
trackback
Tuhan, sekarang aku baru tahu mengapa kau pertemukan aku dengan orang-orang seperti itu. Semua itu sungguh sudah terencana dan betul-betul teratur. Pertama kau pertemukan aku dengan seorang sahabat yang bijak, sabar dan sangat pengertian juga ghirah menuntut ilmunya itu sangat luar biasa. Lalu Kau pertemukan aku dengan sosok yang kurus dan tinggi tubuhnya, Awalnya aku segan dengannya, tapi setelah kenal agak lama dengannya Kau tunjukkan aku bagaimana kekereatifan dan gerakan otaknya yang langsung menangkap cepat dengan suatu permasalahan. Cekung, Tinggi tapi otaknya benar-benar dipergunakan dengan sangat kreatif. Lalu setelah itu Kau bawa aku kesini, tempat aku belajar dan menimba ilmu sekarang, ah..mungkin belum tepat kalau dibilang menimba ilmu karena jujur saja selama disini lebih banyak malasnya daripada belajar. Ya..disini di negeri yang sangat gersang dan iklimnya aneh ini kau juga langsung pertemukan aku dengan orang yang berengsek, tidak tau menghormati orang, sok berkuasa….. Awalnya aku sempat ingin pindah rumah saja, bosan bertemu dengan orang seperti ini. Bukan aku saja yang merasakan muak padanya, tapi yang temen-temen lain juga. Aku pikir sangat kasian sekali orang yang seperti ini, selalu dibohongi, bicara didepennya selalu pura-pura dibaikin, tapi selain waktu itu dicemooh dan diomongin, akan lebih tepatnya kalau itu saya sebut saja dengan di-ghibah-in, abis dia diomongin mulu seh…
Jujur ketika temen-temen mulai membicarakan sifatnya yang bagi temen-temen mungkin sebuah ke-SOK-an, sok berkuasa, sok senior dan lain-lain, tak jarnag aku membelanya walaupun hati kecil ku juga berkata kalau sebenarnya aku sangat muak dengannya. Ah mungkin tidak apa-apa sedikit munafik, minimal itu bisa menjadi sedikit rem ketika kami meng-ghibah-kan dia, lalu satu persatu teman-temanku pindah dari rumah dimana kami tinggal bersama dulu, tidak tanggun-tanggung tiga orang langsung pindah secara hampir beruntun. Kini tinggal saya berdua bersama dia…ah dia yang sering di bilang oleh temen-temen sok berkuasa dan sok senior. Ternyata ga enak banget jadi Juniornya, selalu direndahin…kalau di hitung-hitung ne sudah hamper setahun tinggal bareng dia, dan pandangan saya terhadap dia belum berubah, tetep sok. Entah apa pandangan dia terhadap saya dan teman-teman.
Pernah suatu ketika salah seorang temen saya melabrak dia karena ga bisa nahan emosi lagi, saya emang kenal baik dengan temen saya yang satu ini, sebutlah dia Andre. Dia ga akan pernah ridlo jika harga dirinya diinjek-injek, sebulan, dua bulan, tiga bulan masih bisa dipendamnya amarahnya…. Tapi lama-lama semakin ga bisa dibendungnya, namanya kesabaran khan ada batasnya juga.. nah hari itu juga dia labrak tu orang, kebetulan di rumah Cuma dia berdua waktu itu, saya dan temen-temen lagi keluar karena ada acara di luar. Saya tidak tahu mana yang salah, tapi menurut saya akan lebih baik kalau kita melihat ke posisi positif saja, temen saya Andre memang agak cepet terpancing amarahnya kalau sudah menyangkut harga diri. Bahkan orang Mesir-pun sering dilabraknya kalau merasa harga dirinya dipermainkan. Yah…orang memang bermacam-macam sifatnya.
Banyak orang yang pernah saya temui, Tuhan juga sangat baik pernah mempertemukan saya…bukan hanya itu bahkan dia juga menjadikan saya dengan dia seorang sahabat yang cukup deket. Pintar dan bijak..itulah yang kesan pertama kali yang saya jumpai dari dirinya. Sempat membuat ghairah menuntut ilmu saya melecut ketika mendengarnya bicara. Dan hingga pada hari ini, saya mengerti bahwa Tuhan mengirimkan hamba-hamba pilihannya kepada saya untuk belajar dan bercermin. Mengambil yang perlu diambil dan mengabaikan yang tidak perlu dari mereka. Sebenarnya kalau peka dengan keadaan lingkungan, hususnya lingkungan pergaulan itu sudah cukup menjadi sumber EQ kita…
Ketika Tuhan mengirimkan kepada kita seseorang yang sangat menyebalkan, setidaknya kita bisa mengambil sifatnya sebagai sampel dan mempelajarinya bahwa sifat seperti itu akan menyakiti hati orang lain, maka kita buang jauh-jauh. Lalu pelajari bagaiamana menghadapi orang seperti itu… terkadang juga Tuhan tak jarang menasehati kita melalui lidah mereka, misalkan ada yang bilang pada kita, “Kamu sangat malas”, kalimat ini pernah dilontarkan pada saya oleh seorang teman. Sakit hati memang, bahkan sangat sakit karena memang dia mengatakan itu didepan temen-temen yang lain. Tapi cobalah bawa kalimat itu ke sisi positif, ada yang pernah bilang, “semakin sakit hati kamu disakiti oleh orang artinya Tuhan memperingati kita dengan keras”. Disisi lain kalimat itu bisa membangkitkan semangat kita untuk meninggalkan sifat malas, satu lagi yang ga tertinggalkan, dibilang malas di depan orang banyak memang sangat bermanfaat, heheheee…lumayan lah bisa melatih sabar. Bawa saja enjoy kalimat itu, lagian orang tidak akan mengatakan kita kotor kalau kita tidak berbuat pekerjaan yang kotor. Yang penting jangan jadi “Sok Suci” saja…itu sangat memuakkan. OK..
Fatahallah alaik………..

Хорошая заметка, поучительная