jump to navigation

Tak Ada Cinta Sejati di Dunia 23 Mei 2008

Posted by coolenha in Tulisan koe.
Tags: , , , , , , ,
trackback

no true love

Judul ini terilhami ketika saya mengikuti acara bedah buku dengan teman “Remaja dan Problematikanya”, tentu saja di dalam dunia remaja tidak akan pernah terlepas dari perasaan yang kebanyakan mereka mengenalnya dengan cinta.

Ketika mencapai tema ‘pacaran & cinta’ sepertinya para peserta menjadi semakin bergairah dan bersemangat, karena bagaimanapun juga para pesertanya semuanya adalah remaja yang masih berada dalam jenjang SMP dan SMA. Dari sinilah saya tahu kalau memang segala sesuatu didunia ini bebas kita tafsirkan dengan batas kemampuan otak dan akal yang kita miliki.

Ada yang mengatakan kalau cinta itu buta, sehingga kita bisa mencintai siapa saja tanpa memandang status sosial dan yang lainnya. Ada juga yang menyebutnya sebagai Derak kapal yang akan patah jika kandas, atau segala sesuatu yang menyebabkan kita ada di dunia (dari Novel trilogi cinta ilalalang) atau entah apalah penafsiran yang diberikan untuk cinta. Padahal cinta tidak pernah mendeskripsikan dirinya seperti itu, dan saya lebih setuju dengan perkataan Khalil Gibran yang mengatakan, “Biarkan cinta yang menafsirkan dan menentukan dirinya sendiri” Yup saya lebih setuju dengan perkataan itu, karena komentar apapun yang mereka berikan untuk cinta cuma berdasarkan apa yang mereka rasakan. Seorang Konglomerat yang menikah dengan wanita gembel jelas akan mengatakan kalau cinta itu buta, seorang yang ditinggal kekasihnya sehingga hatinya terluka pasti akan mengatakan kalau cinta itu kejam, yang sedang menikmati cinta akan mengatakan kalau cinta itu indah dan seterusnya, sehingga tidak habis penafsiran cinta itu. Karena semua kita bebas meluangkan pendapat kita tentang cinta itu sendiri. Sehingga mungkin perkataan yang bijak adalah “Biarkan cinta menentukan dan menafsirkan dirinya sendiri”. begitu khan lebih baik dan hasil penafsirannya pasti akan mencapai titik. Cinta memang misetrius…. nah tu khan lagi muncul penafsiran baru lagi :-P

Kembali ke topik, Cinta sejati tidak ada di dunia ini! Ini memang hanya opini peribadi saya tapi tidak ada salahnya kalau saling sharing, saling membagi.. ya khan ???

OK, mungkin anda pernah mengalami, atau di janjikan atau mungkin juga pernah mengatakannya pada seseorang, “Aku akan mencintaimu sampai mati”, nah cinta jenis inilah dia yang kebanyakan kita menyebutnya sebagian cinta sejati. “Atau rela berkorban apapun demi kebahagiaan orang yang dicintainya”, atau entah mungkin anda juga punya contoh sendiri untuk perasaan yang dianggap sebagai cinta sejati. Kalau memberi komentar, kedua contoh diatas bukanlah cinta sejati dan tidak akan pernah menjadi cinta sejati. Coba deh dibayangin, misalkan ada yang bilang ma sobat-sekalian atau misalkan anda sendiri yang bilang, “Aku akan mencintaimu sampai mati” atau mungkin yang agak kebule-bulean mengatakan. “I’ll Love You till the end”. Kalau menurut saya ini sangat jauh dari cinta sejati. Karena Makna sejati adalah tanpa ada batas. Aku Mencintaimu sampai mati atau I’ll Live You till the end, kata-kata penghubung seperti ini yang menyebabkan ketidaksejatian cinta. Ini bukan cinta sejati dan ini sudah jelas sekali, sejati artinya tidak ada batas, jadi jangan cintai seseorang dengan dibarengi kata sampai…!

Atau misalkan juga kata-kata yang menurut saya cukup menggelitik hati, mungkin karena konyol atau gombalnya, “Cintaku sedalam lautan, atau setinggi langit”, dah bisa definisikan khan jenis apa cinta yang kayak gini? kata se dalam setinggi atau sedalam itu merupakan batas, jadi ini bukan cinta sejati. Dan segala yang ada di dunia pasti ada batas. Jadi cinta sejati di dunia memang sudah takdirnya bukan di dunia tempatnya.

Adapun yang kedua, rela melakukan apapun untuk kebahagiaan orang yang dicintainya, nah… kalau yang ini namanya cinta tersesat, rela melakukan apa saja…memangnya orang yang dicintainya adalah orang yang paling sempurna? atau paling Baikkah? atau paling…..atau jangan orang yang dicintainya itu menandingi ke-Mahaan Tuhan, misalkan saja Maha Penyabar? Mutlak ga da yang Maha penyabar selain Tuhan, kalaupun ada berati sudah menandingi sifat Tuhan… kalau sudah begitu tak apalah kalau berkorban apa saja demi dia. Kalau akibatnya akan membuat diri celaka dan mending jangan berkorban deh demi tu orang, beleguk sia kalau mau melakakukan apapun demi orang yang dicintai. Berarti sudah jelas dia akan menjadi budak, yupzzz budak orang yang dicintainya, padahal Tuhan sudah menciptakan manusia sebagai orang merdeka sejak lahir. Kadang ini yang tidak bisa diterima oleh orang-orang yang menggelari diri mereka sebagai ‘Pakar Cinta’. Tapi yang jelas tidak ada cinta sejati di dunia ini.

Cinta sejati itu cuma ada setelah mati-ne bagi yang percaya adanya kehidupan setelah mati lo- Nah disini akan terbukti cinta itu apakah sejati atau tidak. Coba deh baca yang di atas, sejati artinya=tidak ada kata sampai, kalau ada cinta yang diikuti sampai mati maka ini sudah jelas keluar dari kata sejati. Nah sekarang hidup di dunia khan sampai mati…jadi kehidupan di dunia ini artinya ga sejati, begitu pula dengan cinta di atas dunia tidak sejati. Di ahirat inilah kita akan mengetahui dan cuma disini ada cinta yang sejati, orang yang mencintai di dunia dan masih membawanya sampai setelah mati, ini dia cinta sejati.

Sama seperti yang mencintai Tuhan di atas dunia, kalau dengan betul2 cinta maka pasti cinta itu Tuhan sendiri yang akan menjaganya. maka cinta kepada Tuhan dengan betul2 cinta dimana saja sudah pasti sejati, nah tapi dengan manusia, sejati atau tidaknya liat saja cinta itu dibawa setelah mati atau tidak. Kalau cinta sejati pasti tidak terbatasi oleh apapun termasuk kematian, ne baru namanya cinta sejati.

But tidak ada yang sempurna, termasuk opini ini. Jadi semua orang berhak mengeluarkan opini masing-masing itu yang paling penting, kebebasan berpikir dan mengeluarkan pendapat di jamin pemerintah khan?

Komentar»

1. cs - 17 Juni 2008

Enha, topik yang menarik! Aku setuju kalo yang namanya cinta sejati=dibawa sampai setelah mati (tapi kalo ditimbang bobotnya sangat bueRRaat.. Melihat cinta yang bisa dipertemukan lagi setelah mati itu tergantung dari amal kita di dunia yang nanti menentukan tempat kita di akhirat). sama… Tapi kalo di dunia ini gak ada yang namanya cinta sejati… emh.. mungkin ada juga…
Aku bukanlah pakar cinta. Tapi menurutku aku bisa merasakan yang namanya cinta. Aku setuju dengan kahlil gibran yang mengatakan biarkan cinta memaknai dirinya sendiri. Akupun juga begitu, aku nggak tau apa arti cinta yang sebenar-benarnya, tapi aku yakin, cinta itu ada di saat kita tertawa, menangis dan tersenyum bersama.

Untuk memaknai cinta sejati, mungkin ada baiknya kita memaknai arti kata sejati dulu, yang kata kamus besar bahasa indonesia artinya murni/tidak ada campuran. Bila seperti itu, aku memaknai cinta sejati di dunia itu =cinta yang didasari karena Allah. Karena wujud cinta yang didasari karena Allah itu sepertinya adalah perasaan yang murni, tidak terkotori niat jahat. Seperti cinta raihana kepada suaminya (di pudarnya pesona cleopatra), menurutku itulah cinta sejati di dunia. Cinta sejati mungkin bisa juga kamu dapatkan saat kamu menjadi ayah yang mencurahkan kasih sayangnya, perhatiannya untuk anaknya, disaat kmu jadi suami yang mencintai &membimbing istrimu krn Allah [Tapi kata enha, sejati itu= tidak ada kata sampai (seperti tanpa batas). kalo maknanya menjurus pada hal yang tanpa batas yang mampu menembus waktu, ya sepertinya didunia ini gak ada cinta sejati karena langsung nembak hasil akhir, yaitu akhirat]. Oleh karena itu, sebaiknya kita dan pasangan hidup sejak dini memupuk cinta yang didasari karena Allah setiap harinya biar bisa dibawa sampai setelah mati…

mungkin kalo cinta abadi bisa seperti itu, karena abadi yang dalam kamus besar bahasa indonesia artinya tidak berkesudahan…] tapi gak tau sih arti sejati dalam kamus bahasa lainnya….apalagi bhs arab…

skali lagi ini cm opiniQ. maaf klo bnyk kekurangannya.

2. coolenha - 17 Juni 2008

sebenernya ne cuma gawamid, hehe…sejati tu kalo ditafsirin pke bhs indonesia khan bisa berarti dua: sebenar-benarnya atau bisa juga bermakna abadi, nah di sini saya memakai makna sejati untuk menggantikan makna sebenar-benarnya ataupun abadi. jadi maksudnya ga ada cinta yang sebenar-benarnya ataupun abadi di dunia, kecuali cinta kepada Tuhan, tapi kita ga boleh terlalu sempit mengartikan makna cinta pada Tuhan, sejauh yang saya pelajari nee, cinta pada Tuhan juga termasuk mencintai apapun atas nama Tuhan..misalnya ne, mbak CS cinta ma suami karna Tuhan, atau cinta anak karena Tuhan. Adapun cinta yang seperti ini udah masuk cinta ma Tuhan. hehe..Allah A’lam ;)

3. hane - 6 Februari 2009

knp ciunta mesti ada kalau cuma untuk menyakit kan hati,kenapa juga mesti mencintai kalau takut di kecewakan hahahahahahahah KACIAAAANNNNNNNNNNNNNNNDELUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU,MAAF YA CINTA CUMAB ADA SAMA GODOK

4. coolenha - 6 Februari 2009

cinta tu nyembuhin bukan nyakitin, jadi kalau ada perasaan yang nyakitin perlu di tes lagi tuh apa betul cinta atau bukan. cinta memberi harapan bukan mengecewakan, LU yang Keciaaaaaaannn…karena cinta Lu cuma ada ma Godok hahahahaaa, lam kenal ya..!

5. oktora - 12 Juni 2009

bagus bgt tulisan nya qu suka bgt…sukses trus ya.

6. Dodik Iswahyudi - 24 September 2009

SUBHANALLAH ni tulisan indah sekali.
mohon ijin tuk sebar luaskan..
Alhamdulilahi jazakallahu khoiron khastiron.

7. coolenha - 24 September 2009

silahkan….!!!