hukum membawa cd Al qur’an ke kamar mandi 30 April 2008
Posted by coolenha in it's islam.Tags: cd al-qur'an, cd alqur'an, hukum cd alqur'an, hukum membawa cd alqur'an ke kamar mandi, menyantuh cd al-qur'an
trackback
Ada sebuah pertayaan yang lumayan membuat otak saya berfikir, ketika guru fiqih saya di eL Haramain menanyakan tentang hukum membawa CD Al-qur’an ke kamar mandi, atau bahkan seorang wanita yang dalam masa haid memegangnya apakah sama hukumnya dengan Al-Qur’an itu sendiri?
Setelah memikirkan dalam waktu yang panjang, tiba-tiba saja pertanyaan itu terjawab sendiri dalam otak saya, entah itu salh atau tidak. Karena memang saya tidak menjawabnya dengan dalil tapi dengan pemikiran semata. Kalau kita memikirkan sejenak tentang Keping CD dalam Al-Qur’an, memang mungkin agak sedikit rumit. Bagaimanapun juga rumah sederhana yang ditempati oleh seorang gubernur pasti akan menjadi rumah yang sangat terawat, di hormati walaupun itu hanya sebuah ‘rumah sederhana’, nah sekarang kita membicarakan keping CD player yang biasa kita temukan di rental-rental atau di pasaran. tapi kalau dalam keping CD itu sendiri terdapat File Al-Qur’an apakah keping CD itu akan berubah hukumnya sama seperti rumah sederhana yang ketika di tempati oleh seorang gubernur akan menjadi rumah yang dihormati dan dijaga?
Ini yang lumayan lama berkecamuk di otak saya,sampai hampir setahun dan ketika jobless(kagak ada kerjaan bro) dan sedang asyik-asyiknya menikmati suasana sendiri eh tiba-tiba tu jawaban muncul dengan sendrinya. entah itu ilham atau apa, tapi saya lebih yakin itu adalah sebuah opini yang sangat biasa terjadi pada manusia biasa seperti kita.
OK, to the point aja. Kalau kita melihat zat dari CD itu sendiri, kita boleh melemparnya..memegangnya walaupun kita dalam keadaan hadats besar dan lain-lain deh, karena waktu itu tu benda masih dalam keadaan menjadi kodratnya, yup hanya CD biasa. Nah pertanyaannya ne, kalau seandainya tu CD kita masukin Al-Qur’an gimana hukum memeganya kalau kita hadats besar? atau membawanya ke dalam kamar mandi misalnya? apakah CD itu berubah hukumnya setelah kerasukan (hehehe maksudnya kemasukan) file2 Al-Qur’an?
sekarang ita umpamakan saja dengan diri kita sendiri biar lebih gampang pemahamannya, Bagaimana hukumnya ita memasuki kamar mandi? jawabannya, jelas boleh! Nah kalau kita misalkan sudah meghafal 30 juz Al-Qur’an apakah masih boleh kita memasuki kamar mandi? jawabannya, jelas boleh selama kita tidak membaca al-qur’an di kamar mandi, karena Umar, Ali dan sahabat-sahabat huffaz lainnya juga tetep masuk kamar mandi kalau kebelet,
Kita umpamakan otak kita yang menghafal al-Qur’an, mulut dan lidah ita adalah sebuah VCD atau MP3 player. kalau kita menggunakan perbandingan seperti ini, maka hasilnya membawa CD Al-Qur’an ke dalam kamar mandi adalah boleh! coba deh pikir, orang yang hafal Al-Qur’an boleh masuk ke kamar mandi asalkan dia ga boleh baca al-qur’an disana, so kalau gitu membawa CD Al-qur’an juga boleh donk selama kita tidak memutar CD itu di dalam kamar mandi. jadi selama CD itu tidak di putar dia tetap hukumnya sebagai CD, bukan Al-Qur’an!! CD itu akan menjadi Al-Qur’an hanya jika diputar dengan VCD atau MP3 player, atau sejenisnya deh yang bisa muter tuh CD hingga suaranya kedenger, nah itu yang ga boleh. tapi ngomong2 ngapain juga bawa CD Al-qur’an ke kamar mandi? ya mungkin kebelet kali ya……!!!
eiiittt sekali lagi saya tidak pernah mengatakan itu sebagai hukum, cuma opini yang manusiawi bisa salah dan benar karena ini hanya datang dengan sendirinya, kalau ada tanggapan atau perbaikan dengan jawaban saya ini, mohon di komentari OK! juga mungkin ada yang mempunyai jawaban yang lain,
manusia tidak ada yang sempurna, tapi bukankah kesempurnaan itu adalah justru ketidaksempurnaan yang selalu dibarengi dengan perbaikan?
yupz tapi btw mudah-mudahan jawaban saya ini bisa menjadi perbandingan, kalau ada yang punya jawaban lain ya silahkan. kita saling memperbaiki!
Keren om….
allahu akbar….!