jump to navigation

AS Tuduh Suriah Secara Rahasia Bangun Reaktor Nuklir 28 April 2008

Posted by coolenha in Informasi dan Opini.
Tags: , , ,
trackback

28 April 2008

coolenha

Mungkin Anda masih ingat pidato Bus 9 tahun yang lalu saat kejadian 11 september itu, “We don’t fight Islam, but we fight an evil” kita tidak memerangi islam, tapi kitasedang memerangi Setan.

Entah aneh atau apalah namanya, yang penting menurut saya ini super aneh, Sejak kasus 11 september 2001, yaitu WTC dan Pentagon banyak hal-hal yang dilakukan oleh AS terhadap negara-negara timur tengah, tuduh iraq contohnya yang diduga keras membangun nuklir secara rahasia, dan sekarang AS malah menuduh suriah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Iraq. Kita belum bisa memastikan tindakan AS selanjutnya, tapi harapan kita semoga saja suriah tidak berahir seperti Iraq. Berikut cuplikan beritanya,

Amerika Serikat telah menuduh Suriah bahwa negara itu secara rahasia telah membangun reaktor nuklir dengan memperoleh bantuan dari Korea Utaradan mengatakan bahwa fasilitas tersebut memiliki tujuan untuk membuat senjata yang akhirnya dihancurkan oleh Israel dalam serangan udaranya September lalu.

Damascus segera menyangkal tuduhan tersebut seperti yang dikatakan oleh dubes Suriah di Washington tuduhan tersebut sebagai “cerita yang konyol” sementara para pejabat AS mengatakan langkah berikutnya adalah mengirim sejumlah petugas inspeksi PBB ke Suriah untuk menyelidiki hal itu. “Pemerintah Suriah haruslah membuktikan diri sebagai negara yang “bersih” dimata dunia,’ kata juri bicara Gedung Putih Dana Perino.

“Pembangunan reaktor tersebut adalah sangat berbahaya dan berpotensi membuat kawasan dan dunia menjadi goncang.”
Ditengah-tengah kekhawatiran hal tersebut dapat berpengaruh kurang menguntungkan bagi pembicaraan enam negara yang bertujuan untuk menutup dan mengakhiri program nuklir Korea Utara, Perino mengatakan Washington tetap komit untuk melakukan inisiatif diplomatik tersebut.

Namun AS mengingatkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan China, Jepang dan Rusia serta dua Korea untuk membentuk satu mekanisme verifikasi untuk memastikan bahwa hal itu (Korea Utara membantu Suriah dengan program nuklirnya) serta kegiatan nuklir lainnya benar-benar telah berakhir,” kata Perino lagi.

Pernyataan Perino yang tertulis dalam dua halaman dikeluarkan setelah dua orang pejabat tinggi Departemen Pertahanan AS memberikan keterangan kepada anggota parlemen AS mengenai isu tersebut, namun tidak memberikan spesifikasi konsekwensi bagi Suriah.

Seorang pejabat tinggi badan intelijen As mengatakan reaktor tersebut telah dihancurkan oleh Israel dalam serangan udaranya 6 September 2007 yang dikatakan ketika itu hampir rampung, walaupun tidak diisi dengan uranium.

Dalam keterangan singkat kepada pers para pejabat tinggi AS tersebut mengatakan Israel dan AS telah membahas apa yang harus dilakukan , namun Israel kemudian memutuskan sendiri walaupun tanpa persetujuan dari Washington. “Tak ada yang dipertanayakn dan tak ada jawaban yang diberikan,” kata salah satu pejabat tersebut yang tak mau disebutkan identitasnya.

Seorang pejabat intelijen AS mengatakan sebelum dihancurkan Israel , reaktor Suriah tersebut diperkirakan akan siap untuk beroperasi dalam hitungan bulan bahkan pekan.  Menurut pejabat-pejabat AS itu, motivasi Korea Utara yang menolong membangun reaktor Suriah adalah imbalan berupa “uang”.

Diantara sekian banyak bukti yang disampaikan adalah sejumlah foto yang memperlihatkan bagian dalam reaktor yang sanga serupa dengan desain dari pusat reaktor nuklir Korea Utara, Yongbyon yang memproduksi plutonium.  Namun badan intelijen AS kurang yakin bahwa plutonium diperuntukkan bagi senjata nuklir.

Pihak kedutaan besar Suriah mengatakan “Pemerintah Suriah berharap bahwa masyarakat internasional termasuk rakyat Amerika (Serikat) khususnya akan lebih berhati-hati dan lebih sadar akan tuduhan yang tidak berdasar sama sekali.”

Pemerintah AS dalam hal ini Presiden George W.bush telah menuduh pemerintah Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal dan menjadikan hal itu alasan untuk menginvasi Iran pada Maret 2003 dan hingga kini hal itu tidak pernah terbukti.

sumber: Republika.co.id

Komentar»

No comments yet — be the first.